Menjaga Perasaan

1408 Kata

Orang tua Adrian, Binar dan Rahman, sudah sejak dua hari yang lalu tiba di kota ini. Mereka menginap di rumah Adrian, sementara sang pemilik rumah masih setia menemani sang istri yang masih belum mau meninggalkan rumah kesayangannya. Binar mengunjungi Naira, dan mengajaknya ke butik miliknya, untuk menghibur Naira yang masih dalam suasana duka. “Nai, kamu mau nggak, pegang butik Mama yang ini? Jadi Mama nggak perlu sering-sering bolak balik buat kontrol ini butik, kan sudah ada kamu.” Naira menghentikan kegiatannya mengamati beberapa baju dan hijab bermerk yang dijual di butik milik mertuanya ini. “Ehm.., Mak...sud Mama gimana?” “Ya, Mama percayakan butik ini sama kamu. Kamu yang jalankan. Kontrol semuanya dari orderan barang, penjualan, promosi, pembukuan. Semuanya.” Terdiam memikirk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN