Pagi tidak pernah terasa secerah dan seindah hari ini di mata Adrian. Tentu saja, setelah malam panjang nan indah yang dilewatinya bersama sang istri, semua hal kini terlihat indah di matanya. Membuat senyuman seperti betah terkembang di wajahnya. Bahkan ketika tadi dirinya belum benar-benar membuka mata setelah terbangun dari tidurnya, senyuman itu sudah tercetak dengan jelas meskipun kedua matanya masih terpejam. Tidak dihiraukannya rasa kebas dan kesemutan di lengannya yang dijadikan bantal oleh sang istri. Dirinya terlalu bahagia, sehingga rasa kebas dan kesemutan itu tak mampu menandingi rasa lain yang mendominasi dalam dirinya. Wangi rambut milik Naira terhirup dengan sempurna oleh indra penciumannya, karena posisi Naira yang tertidur dalam dekapannya. Entah sadar atau tidak, Naira

