-Adrian- Saat mataku terbuka pagi ini -ralat, siang ini- aku merasa ingin kembali menutup mata lagi. Kulirik jam tangan yang kuletakkan di nakas dengan posisi berdiri, agar sewaktu-waktu aku bisa melihat waktu tanpa harus bangun dan meraih benda kecil itu. Sudah pukul sebelas, dan aku masih enggan untuk beranjak dari tempat tidur ini. Bukannya aku lelaki pemalas yang suka bangun siang hari. Hanya saja hari ini aku menyadari bahwa di hotel tempatku menginap ini sudah tidak ada lagi gadisku. Dia pasti sudah pergi sejak pagi tadi. Maka aku lebih senang menenggelamkan tubuhku di bawah hangatnya bed cover putih bersih ini, sambil kembali membayangkan wajah cantiknya saat kemarin sore kami menghabiskan waktu di pantai. Meskipun bukan menghabiskan waktu dengan romantis berduaan, karena kemarin

