Tatapan mata tajam milik Adrian sejenak berpindah,kali ini ke arah kotak makan milik Naira. Seketika bibirnya berkedut hampir saja membentuk seulas senyuman saat melihat menu di dalam kotak makan milik Naira. Sambal goreng hati dan kentang. Menu favoritnya yang dulu sering sekali dia minta pada Naira untuk membuatnya. “Pak, kalo gitu saya permisi duluan ya. Maaf, buru - buru.” ujar wanita di samping Adrian tadi. "Kamu bawa mobil saya, Ra." Seru adrian sambil menyerahkan kunci mobilnya dan berkata, "Besok pas kamu sampai kantor, minta tolong Pak Bowo buat jemput saya." Zahra mengangguk paham, "Baik, Pak." Kini Adrian berbalik menatap empat orang yang sedang duduk bersiap menyantap hidangan di hadapan mereka. "Boleh gue ngomong sama Naira?" ucap Adrian pada mereka, namun tatapannya meng

