First Date

1186 Kata

“Lo gimana sih, Nai. Kemaren aja, minta tolong gue supaya nggak ngasih tahu soal kerjaan sama rumah baru lo. Eh, sekarang malah lo sendiri yang ngasih tahu itu duda. Nggak konsisten ih.” gerutu Amita sambil merebahkan dirinya di karpet yang digelar di depan televisi. Saat ini dia dan Vanilla sedang berada di rumah Naira, bersantai menikmati liburnya. Jarang sekali mereka bertiga mendapatkan waktu libur yang bersamaan seperti ini. “HAH...? DUDA…? Yang mana lagi nih? Laku keras lo ya, Nay.” seru Vanilla heboh. “Sinting. Lo kira gue barang dagangan, laku keras.” balas Naira sambil merengut. Amita tertawa dan memilih untuk menjelaskan pada Vanilla, “Yang kemaren ketemu kita di angkringan nasi bakar, Nil. Inget nggak?” “Katanya kemaren dia itu mantan lo, Nay? Kok tadi Mita bilang dia duda?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN