“Bunda…” Sepasang kaki kecil milik Rama berlari menyongsong Muezza yang datang untuk menjemputnya. Sesuai janjinya tadi malam, sore ini dia datang menjemput Rama yang sudah ditinggalkannya selama satu minggu. Dirinya sudah sangat merindukan lelaki kecilnya ini. Sehingga rasa lelah yang tergambar di raut wajahnya seolah tak dirasakan. Berkali-kali Muezza mendaratkan kecupan di pipi gembul milik Rama yang saat ini berada di dalam pelukannya. Adrian mengeratkan tangannya yang berada di bahu Naira, wajahnya tersenyum mengamati ibu dan anak yang sedang melepas rindu itu. Di samping Muezza, Khalid pun hanya diam membiarkan Muezza menyalurkan rindunya pada sang anak. Hingga beberapa saat kemudian, Adrian mengajak mereka masuk. “Masuk dulu, Za. Istirahat sebentar, kalian pasti baru landing lang

