Jangan Ragu

1281 Kata

"Kalo gitu kita beli minuman hangat dulu. Biar perut kamu agak lebih enakan." Naira mengangguk dan menurut saja saat sang suami membawanya melangkah menuju ke arah kafe tempatnya bekerja dulu. Ada Amita di sana, terlihat sedang sibuk merapikan susunan beberapa jenis cake dan softcookies di showcase. Pikiran Naira seketika melambung ke masa lalu, saat dia masih bekerja di tempat ini. Saat pertama kali bertemu dengan Adrian. Saat Adrian mengajaknya makan siang bersama. Hingga saat Adrian yang tersenyum padanya sambil mengangkat gelas kopi di tangannya. Tanpa sadar dia tersenyum mengingat semua itu. "Pesan apa, Sayang?" Kening Adrian sedikit berkerut melihat Naira sedang tersenyum sendiri. "Kok senyum-senyum sendiri?" "Hot chocolate, Mas." Ujar Naira sambil mengulum senyumnya. Amita yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN