Bab 25. Obsesi Nayura

1128 Kata

# Ruang tunggu klinik Leo selalu terlalu putih untuk disebut hangat bagi sebagian orang. Aroma antiseptik tipis bercampur wangi bunga segar di sudut ruangan adalah sebuah detail kecil yang sengaja diatur agar klien merasa nyaman saat tengah menunggu untuk dipanggil. Nayura duduk tegak di salah satu sofa, mantel panjang menutupi tubuhnya, kacamata hitam masih bertengger meski ia sudah berada di dalam ruangan. Tangannya mengepal di pangkuan. Dia merasa gugup mengenai bagaimana tanggapan Leo dengan hasil operasinya. “Dokter Leo akan menemui Anda sebentar lagi,” ujar resepsionis dengan senyum profesional. Nayura mengangguk singkat. “Terima kasih.” Ia melepas kacamata hitamnya perlahan. Wajahnya nyaris sempurna dengan garis rahang tegas, hidung proporsional, kulit pucat bersih. Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN