Dua hari sudah berlalu sejak pertemuan Nisa dengan Aldy saat terciduk keluar kamar mandi masih mengenakan handuk. Kejadian tersebut sedikit banyak membuat Nisa dan Aldy merasa malu ketika bertemu tanpa sengaja. Bukan hanya Nisa, Aldy pun sering kedapatan senyum-senyum seperti orang gila jika melihat handuk. Entah apa yang dibayangkan olehnya, tentang handuknya atau isi dibalik handuknya. Keanehan itu membuat Nico risih dan gatal mulutnya. "Al!" " .... " "Aldy!" " .... " "Buset, deh! Lo kesambet apaan jadi aneh begini. Sejak tadi gue dianggurin macam cireng layu. Mending kita ke dukun, yuk. Gue ada kenalan dukun hebat bisa sembuhin orang kesambet. Namanya Mbah Kucrit. Ayo buruan!" umpat Nico yang sejak tadi bicara, tapi diabaikan terus. "Apaan sih lo!? Ganggu konsentrasi gue terus!" d

