Aldy yang tengah berdiri mondar-mandir di depan ruang operasi menunggu dengan cemas. Begitu banyak doa yang terus digumamkan oleh bibirnya yang bergetar demi keselamatan Nisa, wanita yang telah mengisi hatinya. Darah yang berasal dari luka di tubuh Nisa tampak mulai mengering di pakaian. Wajah Aldy terlihat panik dan sesekali berjongkok menahan rasa lemas yang menyerang lutut. Matanya terus menatap lampu merah yang menempel di pintu dan tak kunjung mati. "Ya Tuhan ... selamatkan dia, jangan ambil dia dariku," gumam Aldy terus menerus. Tak berapa lama terlihat beberapa meter darinya, Nico, Niken, juga Merry menghampiri Aldy yang masih berlutut di depan pintu. "ALDY!" teriak Nico cukup kuat sehingga Aldy menoleh ke arahnya. Nico langsung berjongkok menghampiri Aldy yang terlihat kacau. "B

