Arsen bangun tidur dalam keadaan fresh dan bersemangat, mungkin karena semalam ia menghabiskan waktu berkualitas sekaligus malam yang panas bersama istrinya. Sebenarnya aktivitas panas sudah sering mereka lakukan, tapi tetap saja tidak ada bosan-bosannya. Justru bisa dibilang ketagihan. Terlalu asyik beraktivitas dengan sang istri, Arsen bahkan melupakan kejadian di rumah orangtuanya. Ia benar-benar tidak mau mengurusi itu. Ia hanya menceritakan apa adanya pada Fadia dan setelah itu ia bermaksud melupakannya. Arsen juga tak akan berubah pikiran karena ia tidak akan sepakat untuk menikahi Revana sekalipun hanya pernikahan kontrak. Untuk apa saya menikahi Revana? Padahal saya sudah punya istri se-sempurna ini…. Arsen menatap Fadia yang masih memejamkan mata di tempat tidur mereka. Tak la

