25 "Tumben kamu yang pendiam, cuek, kaku sama cewe kok bisa-bisanya adu mulut kayak tadi?" Redanti menatap wajah adiknya yang tetap tanpa ekspresi. "Sejak awal aku sudah merasa kalo dia suka aku Kak, tapi karena nggak aku tanggapin dia kayak dendam sama aku." Redanti hanya menghela napas, baru kali ini adiknya banyak bicara. "Dari mana kamu bisa nyimpulkan kalo Silvi suka kamu, ih PD banget, dia memang pernah beberapa kali pacaran tapi selalu kandas saat akan dikenalkan pada keluarga di cowo, kayak takut nggak diterima gitu." Rafli mengernyitkan keningnya. "Maksud kakak?" "Dia kan sejak kecil hidup di lingkungan panti asuhan, jadi dia selalu khawatir kalo keluarga cowoknya nggak mau nerima dia karena nggak jelas bibit, bebet dan bobotnya." "Alah terlalu khawatir, yang penting nyob

