28 Pagi-pagi sekali Abdi muncul di rumah Redanti, sarapan bersama juga mendiskusikan tempat keluarga besar dari Bapak dan Ibu Redanti jika mereka akan hadir di acara pernikahan mereka nanti, sedang keluarga dari pihak Abdi lebih banyak yang tinggal di Surabaya. "Acara kita kan di hotel jadi sekalian kita carikan tempat nginap di hotel itu kan enak jadi gak ribet ini dah kurang dua Minggu aja ya, senengnyaaa." Abdi makan dengan lahap, ia tak sadar dari tadi Redanti menatap Abdi dengan mata berkaca-kaca. Abdi akhirnya menghentikan makannya, menatap Redanti yang belum juga menyentuh sarapannya. "Kamu kenapa sih Sayang? Ga suka ya aku di sini?" Redanti menggeleng, Abdi menggeser kursinya menjadi lebih dekat dengan wanita yang selalu ia rindukan. Ia rengkuh bahu Redanti dan menciumi ujung

