30 "Dari mana kamu, sampe jam segini baru nyampe rumah?" Rafli hanya diam saja setelah menatap wajah kakaknya ia berlalu menuju kamarnya. Redanti mengejar adiknya, menahan lengan Rafli hingga Rafli berbalik. "Dari kontrakan Silvi 'kan?" Rafli menatap wajah Redanti dengan memelas. "Gimana caranya agar dia mau aku nikahi Kak?" Mata Redanti terbelalak, dia tak menyangka sama sekali jika Rafli punya pikiran akan menikahi Silvi. "Loh kamu, kamu suka dia beneran? Suka, cinta apa napsu saja?" Rafli menggeleng sambil memejamkan matanya. Meremas rambutnya dan menatap mata Redanti yang masih terbelalak. "Jadi satu kayaknya Kak, tadi aja aku hampir nelanjangin dia, dan aku semakin gak bisa tidur ini pasti." "Rafliiii kamu jangan macam-macam loh, dia gadis polos, dia gak pernah macam-macam,

