79. Kenal tidak Kenal

1148 Kata

"Permisi, Bu." Lelaki itu membungkukkan sedikit tubuhnya, lalu berjalan kembali melewati Siwi sambil membawa ember dan juga alat pel. Mulut Siwi setengah terbuka melihat sosok yang sudah tidak ingin ia temui, tapi pagi ini, di awal hari menyambut masa depannya yang lebih baik, malah lelaki itu yang ia temui lebih dahulu. Siwi bahkan sampai menoleh kembali ke belakang hingga melihat punggung Raka yang hilang dari balik tangga. "Wi, kamu sudah sampai?" Evan menegurnya. Siwi kembali terlonjak kaget dengan sapaan Evan yang tiba-tiba. Belum lagi usai rasa terkejutnya dengan kehadiran Raka, kali ini Evan langsung muncul di depannya. Siwi mengusap dadanya karena kaget. "Lagi merhatiin apa sih, sampai kaget gitu?" tanya Evan penasaran masih dengan senyum lebarnya. "Ah, bukan apa-apa, Van. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN