TOPENG PEMIKAT

1027 Kata
Jika benar ini adalah sebuah kutukan atau takdir untuk dirinya lantas mengapa takdir itu hanya datang kepada mereka berempat saja? Dengan wajah yang tampak kaku dan juga ratapan gigi yang terdengar sangat keras mereka tidak dapat mengatakan apa lagi kecuali sekarang ini diam dan berjalan semua kekhawatiran hanya di dalam hati saja lupakan apa yang tengah mereka rencanakan karena ini jelas tidak menjadi bagian hidup mereka. "Apakah yang kalian lakukan? kenapa sampai sekarang belum juga berjalan," ucap Samantha dia merasa geram dengan kelakukan ketiga sahabatnya itu. "Apa?" tanyanya dan kembali menoleh ke belakang. "Iya, lantas kita akan di sini terus menerus dan menjauh dari segala apa yang kita pikirkan?" tanya si wanita itu dengan gertakan gigi yang perlahan semakin cepat saja. Mungkin ini akan lebih lama lagi, tatapan mata yang mereka berikan sepertinya tidak akan terlihat buram melainkan tampak lebih panas dan juga b*******h, rasanya Samantha tidak ada harapan untuk keluar. Tangan yang menggantung pada ransel dan juga harapan yang mereka taruhkan kepada pundak masing-masing Samantha merasa bahwa sekarang ini diam bukan tipe yang dia inginkan. Saat ini Elica juga tidak menyangka bahwa akhirnya akan seperti ini dia bahkan belum sempat menaiki gunung bersama sahabatnya namun kenapa saat ini kakinya masih terpeleset dan tidak boleh masuk, entahlah dia sadar bahwa dosa yang dia lakukan saat ini terlalu banyak sehingga Tuhan tidak mau menolong dirinya. Itu hanya pemikiran dia yang sangat bodoh, dia kembali meneriaki teman-temannya agar meninggalkannya sendirian di tempat ini dan pergi dari mereka dengan lengan yag rasanya sudah sangat berat untuk di angkat dia merasa bahwa ini adalah akhir dari kehidupan dia. "Kalian pergi saja, bahkan aku Tidak ingin menyelamatkan diriku dari tempat ini," ucapnya dengan suara yang sangat paruh. "Apa yang kamu lakukan? tidak ada kata seperti itu di antara kita apakah kamu mengerti itu?" gertaknya dengan gigi yang sepetinya tidak akan pernah bisa diam. "Tidak, namun aku sudah putus asa jurang ini terlalu dalam dan berbahaya saya tidak tahu apa lagi yang saya pertahankan selama ini," tangisnya juga sambil air mata yang sangat dia tahan rasanya sangat perih sekali. "Tidak, mari kita bantu dia keluar," ucap mereka bertiga dengan suara yang sangat lantang. "Satu, dua, tiga," ucap mereka dan berhasil menyelamatkan si gadis itu. Dengan senyum yang tampak lebih baik dan suara yang mereka hempasan kini mereka dapat bebas dari zona nyaman mereka dengan suara yang pelan kali ini Casilda mulai membuat hal yang memalukan jika di ingat oleh Elica. "Apakah kamu tadi ingin mati? saya sudah berusaha cukup baik menolong kamu tetapi kamu meminta mati, dasar tidak tahu di untung," ucapnya dengan nada yang bercanda. "Aku minta maaf," ucapnya dengan nada cegegesan. "Palamu minta maaf, apakah kamu kita kami adalah sahabat yang tidak tahu di untung, dasar tidak tahu malu," ucapnya sekali lagi membuat Samantha hanya tersenyum sekilas melihat mereka. Sebenarnya ini cukup sulit di mengerti banyak sekali hamparan kejadian yang datang menimpa mereka namun mereka tidak akan pernah bisa mati dan meninggalkan tempat ini sebelum apa tujuan sebelumnya datang, dan sekarang ini satu tujuan mereka yaitu berdamai dengan diri sendiri serta menjalankan apa yang dimaksud dengan kinerja otak dengan reaksi lengan yang mereka miliki. Pagi telah datang dengan cerah yang sangat dia tularkan kepada bumi ini mereka dengan langkah kaki yang cukup cepat mencoba untuk menghentikan langkah sejenak merenungi perjalanan mereka, menoleh ke belakang adalah satu satu keinginannya sederhana mereka setelah sampai di tempat itu dan ternyata benar sekarang ini rasanya hutan menjadi tempat mereka untuk berdansa dan juga hewan-hewan menjadi tempat mereka mengadu segala kepingan hasrat yang mereka miliki. "Bukankah sekarang ini pilihan dan kebahagiaan ada di tangan kita?" Tanya Samantha dengan suara yang tampak seperti pemimpin luar biasa. "Ya, mari kita abadikan ini dengan mengambil seribu satu kenangan foto, akan lebih sempurna jika tidak bertiga bukan?" tanyanya sekali lagi dengan smirk khas yang sangat do inginkan. Dengan begitu pemimpin mereka tengah mengatakan hal yang mereka sukai lantas untuk apa menolak bukan? dengan cepat Casilda mengambil potretnya dari dalam ranselnya dia juga menghembuskan karena rasanya ini rasa berat debu yang menempel dan juga beberapa kotoran ranting daun yang menyelimuti pakaian mereka. "Satu, dua, tiga, buncis," mereka mengambil foto. Yah terlihat kenangan manis bukan jika seperti itu? mereka kembali mengambil banyak foto dengan gaya yang asal-asalan yah meskipun gaya asal-asalan tetapi mereka sudah cantik dari lahir lantas hal apa yang perlu mereka buat seperti itu. Beberapa menit kemudian setelah mereka menancap lebih dalam kini tiba saatnya bagi mereka untuk beristirahat dengan segala penat yang mereka miliki dan sekarang juga mereka makan dengan lahapnya dengan sisa buah-buahan yang mereka peroleh dari hutan seberang sana. "Apakah yang kamu inginkan? buah naga atau nangis?" tanya Samantha dengan suara yang lebih menggoda. "Apakah kamu berusaha menggoda saya atau saya yang mau menggoda kamu?" tanya Rachel dengan bibir yang tampak dia kecup. "Apakah yang kamu maksud bahkan saya tidak menginginkan apa yang ada dalam diri kamu tetapi bukankah ini yang kamu inginkan? sedikit canda tawa mungkin akan membuat mu keluar dari segala penat pikiran mu," ucapnya saat itu dan kembali menoleh kepada kedua orang yang sudah mengunyah dengan lahap apel dan juga nangis itu. Tidak seperti yang mereka bayangkan Kimi Samantha malah menaruh ranselnya dan melihat sekali lagi bentuk topeng itu, sepetinya dia mulai tertarik dengan benda yang dia pegang namun dia tidak boleh menunjukkan semua itu di depan teman-temannya, dia hanya ingin berniat melihat lalu memastikan barang itu masih utuh dan selebihnya memasukkan ke dalam ranselnya, namun ketika tangannya bergerak lebih cepat dia malah tidak bisa menyimpannya ke dalam ransel karena pengaruh dari teman-teman yang sangat imut itu. "Apakah kamu mau menyimpan?" "Astaga, bagaimana topeng ini bisa menjadi secantik ini?" tanya Elica dia hampir tergila-gila dengan semua yang dia miliki. "Yah, sekarang ini aku juga merasa bahwa sekarang ini topeng yang aku miliki akan menjadi daya pemikat bagi semua lelaki yang ada di dalam hatiku," ucap Rachel dengan mulutnya yang sepetinya membutuhkan sosok pendamping hidup. "Apakah yang kamu katakan? kenapa kamu sangatlah pendiam tetapi mencakar lebih dalam hati setiap lelaki?" tanyanya sekali lagi dan memastikan bahwa ini lebih dari apa yang mereka punya. "Kam Rachel bukan wanita baik-baik bukan Rachel namanya kalau dia mempunyai satu lelaki." Mereka berdua berkata seperti sudah mengenal dalam wanita itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN