PERMAINAN SEKRETARIS

1024 Kata
Bukan seperti yang kamu inginkan tetapi apa yang mereka berempat inginkan, saat ini wajah mereka berempat tampak lebih lugu lagi tidak ada hal yang perlu di bahas setelah terpesona melihat topeng itu. Yah, hitung-hitungan saat ini mereka menabung segala suara dan juga macam aksi yang mereka ingin keluarkan karena ini adalah salah satu langkah mereka yang pasti. "Apakah kamu memilih untuk berpacaran dengan si cowok manis atau punya duit banyak," Rachel bertanya. "Aku sendiri?" tanya Elica. "Yah, tidak mungkin Samantha dia memandang lelaki saja sangat enggan," ucapnya saat itu dan kembali menatap ke depan. "Apakah yang kamu katakan tentang saya?" tanya Samantha dia menoleh ke belakang saat melihat dan juga mendengarkan bahwa dirinya juga ikut di bawa-bawa dalam pembicaraan itu. Saat ini mereka melangkah tidak melanjutkan perkataannya itu lagi itung-itung hanya untuk membuang segala pikiran yang salah juga dan juga dengan kisah mereka yang tidak akan terulang kembali lagi. Beberapa menit telah berlalu dan dengan napas yang tergesa-gesa mereka kembali melanjutkan jalan itu berharap bahwa ini akan menjadi salah satu pilihan yang baik, tidak menyangka bahwa ini benar melelahkan mendaki dan menuruni anak tangga adalah salah satu kegiatan yang sangat pahit. "Mengesalkan sekali bukan? ketika semangat sudah membara tetapi tidak di kehendaki oleh apapun itu," ucap mereka menoleh ke samping masing-masing. "Iya ini adalah pilihan kita untuk melakukan perjalanan lebih dekat lagi dan ini juga salah satu hal yang sangat memalukan kenapa kita bisa pergi tanpa bantuan dari seorang lelaki," mereka bertiga kali ini mengatakan mereka bodoh. Yah bertiga karena Samantha tidak ikut menyangka bahwa bibirnya akan berhenti pada pembahasan lelaki, ini menjadi sulit dan tidak bisa di tebak pasalnya tidak ada yang menyangkan bahwa mereka akan pergi dengan segala kekosongan tangan, dia lelah dengan apa yang dia miliki dan pemikiran yang membuat dia hampir tiap waras ketika melihat teman-temannya hampir dalam ketidakselarasan. "Apakah hal yang kamu pikirkan lagi Samantha?" Rachel menoleh ke belakang melihat temannya yang tadi sempat untuk melakukan perhentian sejenak. "Tidak apa, hanya saja saya butuh istirahat sejenak saja," ucapnya kala itu dan dia yakin bahwa teman-teman yang dia punya akan percaya dengan muda. "Bukankah kamu memiliki salah satu hal yang meyakinkan kami untuk mengikuti kamu?" tanya Elica tanpa sadar dia benar-benar menyayat hati dari seorang Samantha. Tatapan beralih kepada Samantha dan juga Elica, kenapa pembahasan semakin runyam seperti ini kan pasalnya semua ini bisa di bahas dengan perlahan dengan langkah kaki yang juga ikut mendukung namun apakah yang boleh dilakukan oleh Casilda kecuali saat ini dirinya hanya menguap dan menarik lengan Samantha dengan percakapan yang berada di luar topik? "Ayo, saya rasa kita akan sampai sebentar lagi bukan?" tanyanya dengan nada yang tampak lebih hangat memeluk tubuh Samantha dari belakang. "Apa? jangan bawa dia pergi kalau aku dengan Elica tidak ikut," ucap mereka dan kembali menoleh ke belakang. Mereka kembali berjalan dengan rasa canggung yang sudah menyelimuti hati mereka dan sepertinya ini benar sekali tidak ada kata yang lain seperti makam atau minum untuk mengalihkan semua perhatian dan juga kesalahan tadi. Di sisi lain kini Robert seorang pengusaha yang dari dulu di kenal telah menjabat di beberapa perusahaan yang cukup ternama hanya karena semua itu dia bahkan lupa untuk memberikan kasih sayang kepada istri dan juga anaknya, yah mereka terlihat di media sosial sangatlah ramah lingkungan seperti keluarga yang damai dan juga sejarahnya dengan kepalsuan yang tidak pernah terpublikasi di dunia Maya. "Apakah sekarang kita akan pergi ke luar kota untuk melakukan penandatanganan?" tanya sekretarisnya dengan rambut pirang dan juga wajah yang tampak lebih putih cemerlang. "Apakah yang kamu pikirkan? pergi ke luar kota atau mereka yang akan mengunjungi aku? bahkan kamu bisa berpikir dengan jernih bukan?" tanyanya dengan suara yang sedikit mengertak wanita muda itu. "Maafkan saya Tuan, namun saya baru sadar bahwa anda adalah seorang yang berwibawa maka dari itu saya akan mengatur semuanya dan mengadakan meeting di kantor pusat kita," dengan kepala yang rendah dan juga bahu yang dia tundukkan dia kembali berjalan dengan perlahan. Namun ketika dia melangkah satu langkah menjauh dari si wanita itu dia merasa bahagia bisa jauh dari pandangan Tuan itu dan tidak terdengar suara akan namanya yang akan di panggil, dia tersenyum dan menarik gagang pintu namun setelah mendengarkan apa yang dia sesalkan dia kembali merubah ekspresi wajah yang curam itu. "Apa yang kamu lihat?" tanya Robert dengan tangan yang dia tujukan kepada wanita itu. "Yah, apakah kamu tidak mendengarkan apa perintah saya? segera datang dan lakukan apa yang saya minta, satu malam apakah itu terlalu lama untuk kamu?" tanyanya dengan suara yang sedikit pelan di kata malam. Beberapa menit berlalu jantungnya memang berdegup dengan kencang namun dia bingung apakah ini akan membawa dampak yang besar bagi dirinya atau apakah ini akan membuat dirinya terasa lebih di lihat? "Maaf, namun saya harus menghargai Nyonya Bella, dia sangat baik kepada saya mana mungkin saya menghianati beliau, maafkan saya Tuan," ucapnya dengan suara yang parau dan kepala yang dia tundukkan. "Seberapa besar rasa suka kamu kepada dia di bandingkan dengan saya?" Seolah Robert menyukai wanita itu namun dia baru sadar bahwa sedari tadi wanita itu benar-benar menginginkan dia, yah siapa yang tidak menginginkan orang kaya dengan jabatan yang beredar di mana-mana uang yang ada di mana-mana dan juga tampan yang masih bisa di sebut sebagai salah satu keberuntungan yang sangat besar bukan? "Apakah Tuan memandang saya serendah itu?" tanyanya dengan suara yang sedikit marah dia berjalan sedikit dekat mendekati Robert. Tetapi satu hal yang tadi di mengerti oleh Robert mengapa dia mengatakan hal itu tentu ada suatu hal yang sangat dia lihat dan dapat mengurangi harga dirinya sebagai seorang lelaki. "Apakah kamu marah kepada atasan sendiri? dan tadinya saya ingin meminta kamu satu malam untuk mengajari kami cara berpakaian yang rapi yang mencerminkan sikap sekretaris tetapi rasanya itu akan sia-sia bukan?" tanyanya dan kali itu menoleh ke samping. "Apa yang Tuan maksud?" tanyanya dan tangannya segera meluncur kepada pinggang yang sedari tadi dia memang sengaja untuk dia pamerkan. "Maafkan saya karena kamu harus saya pecat dan setidaknya kamu bisa mendapatkan slip uang dari saya sebagai bagian dari rencana kamu yang sangat besar itu," dia berucap. Dengan tawa yang tampak lebih terdengar leluasa dia menepuk pundak wanita itu dan tersenyum pergi keluar dari pintu itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN