Bukan tentang apa-apa namun bukankah saat ini kalian juga harus merasakan apa yang dirasakan oleh Rachel? dia begitu bertekad untuk membalikkan semuanya kembali ke alam yang baru lagi.
Dia menatap teman-temannya dengan ekspresi yang sangat menjengkelkan sekali entahlah satu kata yang dapat mereka katakan yaitu dia mulai pasrah dengan pertengkaran kalau sewaktu-waktu mereka akan pergi dan menghilang.
"Bukankah kalian yang menginginkan hal ini?" tanyanya dengan wajah yang sungguh panik.
"Tidak, jangan salah paham kami saja bahkan tidak pernah mengatakan bahwa kamu adalah sesuatu yang salah ini semua hanya salah paham saja," ucap wanita itu yang tidak lain adalah Elica.
"Tidak ini semua tidak ada yang salah, hanya saya saja yang salah menempatkan posisi kalian sekarang," ucapnya dengan nada tertawa.
Dan setelah perdebatan yang cukup panjang itu akhirnya mereka mendapatkan beberapa peluang untuk menusuk hati itu, dan juga rasanya tidak ada lagi kata yang tidak mungkin untuk saat ini mereka hanya diam dan berusaha mendapatkan jalan keluar untuk semua ini.
"Kenapa kalian seperti ini, ayolah kapan semua ini akan berahkir?" geram Samantha dia akhirnya membuka percakapan yang tadi sempat sepi dan tidak ada kemungkinan untuk di lanjutkan.
"Kita sudah dewasa tetapi seperti ini? lantas mengapa kita masih bersama? kalau sudah dewasa mari kita kembali ke jalur yang telah Anda tentukan bukankah begitu?" tanya wanita itu dengan wajah yang tampak pesimis siapa lagi kalau bukan Casilda.
Casilda dia mengetahui sekarang ini apa maksud dari Rachel karena dia juga mengerti pastinya tatapan mata yang tengah keluar itu kedipan mata dan segalanya mungkin ini akan menjadi pertanda bagi mereka apa yang akan mereka lanjutkan saat ini.
"Yah, kalau begitu apa yang perlu kita takutkan? bukankah kita sudah mengetahui kesalahan kita masing-masing?" tawa wanita itu dengan wajah yang sangat serius.
Tiba-tiba dia kembali membuat sensasi lagi siapa lagi kalau bukan wanita yang bernama Rachel itu dia yakin bahwa saat ini dia akan membuat semuanya kembali bersama dan bersama dengan beberapa masalah yang pernah terjadi di antara mereka.
"Apa yang kamu inginkan?" tanyanya lagi
"Kalian memang jahat bagaimana bisa kalian seperti itu kepada diri kalian sendiri, mencabik hati kalian sendiri membunuh hati nurani kalian sendiri," tawa Rachel kali itu dia akhirnya bisa mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.
Entahlah apa maksud dari Rachel, Samantha sampai sekarang ini masih sangat bingung pasalnya semua perkataan dari Rachel rasanya keluar semua hanya untuk dirinya, apakah ini sebuah tembakan untuk dia?
Di sisi lain kali ini Robert sedang tersenyum dengan paras yang tampak lebih alami dan segar yah, siapa yang tidak tersenyum kalau sudah menghasilkan uang yang banyak bukan? karena ini adalah uang yang bisa memberikan dia kekuasaan dan jabatan yang besar lantas untuk apa dia harus mencari hal yang lain.
Anak? istri? dia terlalu bodoh kalau memikirkan itu dia hanya ingin melakukan semuanya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun itu bahkan dia juga kadang iri melihat istrinya yang selalu saja berhasil tanpa menyewa siapapun dan apapun kekuatan yang dia miliki itu.
"Bagaimana, apakah anda bisa menyelesaikan semua ini dengan baik?" dia kembali bertanya kepada seorang lelaki yang memakai kemeja putih di lindungi dengan jas hitam yang tampak lebih rapi itu.
"Apakah anda bersedia membayar saya mahal? kalau bersedia yah terimakasih dan kalau tidak berarti kita tidak berjodoh bukan?" tanya lelaki itu dengan wajah yang tampak lebih dalam.
Dia memiliki seribu satu keunikan yang sangat membara sehingga dapat memikat hati seorang Robert yah karena di balik kesuksesan yang dia miliki dia memiliki hutang yang sangat banyak untuk semua pengacara seperti yang dia panggil sekarang.
Dengan nada tenang dia tertawa dan berdiri dengan bantuan kedua tangannya dia mengangkat tangannya ke atas dan menunjukkan peta kekayaan yang dia miliki, betapa sombong dirinya namun hanya ingin me.gatakan bahwa dia belum mendapatkan setengah bumi ini dia hanya mendapatkan beberapa ekspektasi yang sangat membesarkan hidupnya nanti.
"Kenapa, apakah anda meragukan saya?" Robert tertawa jahat sembari mengeluarkan smirk khas nya.
"Tidak karena saya telah mengenal anda dari beberapa media sosial dan lainnya apakah anda yakin untuk hal itu?" tanyanya sekali lagi.
Yah ketika dua orang yang sangat jago dan ahli dalam bidang bahasa lantas persoalan akan semakin rumit dan selebihnya saat ini tidak akan ada yang akan mau mengalah, yang terpenting mereka bisa selalu berdebat dengan hasil yang sedikit memuaskan.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya wanita itu dengan wajah yang sedikit cemberut.
Saat ini tidak ada yang dapat mengatakan bahwa mereka harus bersanding dengan beberapa omongan yang tidak jelas dan sepertinya ini bukan pilihan mereka hal yang penting sekarang ini adalah bisa mendapatkan inti yang paling jelas.
"Apa yang kamu katakan? kenapa seperti memandang aku tidak jelas sekali?" tanyanya dia jelas sangat tidak suka dengan apa yang dia lihat.
"Yah satu jam sepertinya anda pergi untuk memberikan kepada saya harta yang anda punya dan saya rasa itu tidak penuh seperempat kekayaan anda bukan?" tawanya dia sangat senang dengan apa yang dia lakukan.
Kali ini mereka berdua tidak tenang dan sepertinya mereka akan selalu berdebat dan berdebat supaya salah satu dari mereka harus mengalah, yah ketika yang satu kuat akan ilmu dan satu lagi kuat akan kekayaan lantas mereka harus melakukan apa saja?
Dan sekarang ini dedaunan tampak lebih muda dan dengan lambaian dedaunan yang saat itu mereka menangis bersama entahlah mereka mewek dalam waktu yang cepat dan saat ini bukan mimpi mereka untuk menunggu.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya mereka bertiga kepada Samantha.
Samantha hanya termenung bahkan saat ini dia hanya menggelengkan kepala menghapus air mata perlahan namun pasti karena dia merasa ini akan lebih baik dari apa yang dia pikirkan.
"Bisakah kita saling berpelukan?" dia tertawa dan hanya bisa menghapus air mata itu setelah dia mengetahui titik kesalahan dia.
"Aku berjanji tidak akan melakukan apapun itu kesalahan kepada kali nya dan yang pastinya sekarang ini dia harus sadar untuk kesalahan dia yag tadi," ucap Samantha dia kembali mengancam wanita itu yang terutama ucapannya menepati simpati dari Rachel.
Rachel hanya diam dan beberapa menit yang lalu dia sadar bahwa ini bukan merupakan waktunya untuk bermain dalam waktu dia tertawa dan menerima pelukan tadi, dia menangis dan mereka akhirnya saling berpelukan.
"Maaf, karena telah membuat kamu tidak nyaman dengan saya akhir-akhir ini," ucapnya dan kembali membalas pelukan tadi.
Langit akan menjadi Sanski bagi kemenangan yang kita terima saat ini.