Bukan karena apa namun lihat lah sekarang ini keadaan sudah semakin tidak baik, wanita dengan wajah yang sinis itu mengangkat kaki ke atas meja dan menyuruh bawahannya. "Apakah yang kamu lakukan kenapa masih dia di situ?" tanyanya dan kali ini dia menatap angkuh ke arah wanita kacamata itu. "Apa?" tanya wanita itu dengan wajah polosnya dan kacamata yang dia naikkan. "Kamu boleh pergi, lagian kenapa kamu sepertinya terlihat seperti seorang pesuruh?" "Tidak saya bukan seorang pesuruh maafkan saya, Nyonya." Dia menunduk dan takut kalau semua yang dia khawatirkan terjadi pada dirinya sekarang, sementara pada sekretariat itu dia sama sekali tidak curiga dia hanya mencoba untuk melakukan segalanya bersama dengan lelakinya sekarang ini. "Lemot, yah dia sungguh lemot tetapi kenapa bisa mas

