MEMBUAT DIA LULUH

1017 Kata
Kalian bukan hanya apa-apa melainkan kalian akan menjadi emas di mata seorang yang berharga bagi mereka, dan tentunya ini bukan untuk mereka orang yang tidak menghargai mu. Sosok wajah dari si wanita yang berada di tempat itu rasanya ingin menangis selalu dia hanya ingin mengatakan bahwa dia juga tidak akan hidup kalau di dunia seperti ini? dia juga tidak ingin mengatakan bahwa dia mau menjadi anak orang di tempat ini, yang di luar tidak ada sama sekali masalah tetapi di dalam dia hanya ingin menangis selalu saja. "Apakah yang kamu lihat?" tanya Robert kepada Samantha yang kali ini berada di depannya. Wajah Samantha benar-benar dingin dia takut bahwa kali ini semuanya akan terasa lebih mengerikan setelah dia berniat untuk menganggukkan semua kesalahan dari orang yang berada di luar dugaan dia. Samantha telah mengumpulkan tenaga dan juga keberanian yang cukup besar sedari tadi dia tengah berjalan tetapi tidak dengan pikiran serta hatinya, hatinya merasa menangis dengan semua ini tidak ada kata lain selain sakit untuk hatinya saat ini. "Apakah yang kamu takutkan? kenapa masih tidak berbicara kepada saya?" tanya lelaki yang saat ini berada di depan matanya. "Saya tidak takut tetapi apakah saya boleh bertanya kepada anda," dia mengganggu pikiran dari ayahnya selaku lelaki yang kali ini menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. Bukan tentang apapun itu namun saat ini mereka akan mengatakan bahwa ini bukan suatu kesalahan yang harus di benci tetapi ini adalah kesalahan yang paling di sesalkan. "Apakah yang kamu katakan? Anda? kamu memangil saya dengan nama anda?" tanyanya dan kali ini mencoba mencocokkan situasi dengan apa yang terjadi di sekelilingnya saat ini. Sepertinya bukan tentang apapun sekarang ini namun tentang apa yang terjadi di era pamer mereka tentang apa yang terjadi di dalam hati mereka melainkan sekarang ini hanya ada satu hak yang perlu mereka lakukan yaitu terdiam dan membisu untuk mengatakan ini adalah salah satu kesalahan yang padat sekali. "Apakah sekarang ini kalian akan bertengkar kembali? tangis wanita yang saat ini berada di dalam kamar itu. "Yah, saya kesal dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang yang berada di depan saya, dengan mudahnya mereka mengatakan bahwa saya adalah beban?" tangisnya dan benar sekali ini tentu sangat menyayat hati mereka. "Kenapa? apakah anda tidak suka dengan apa yang saya katakan?" tanya Robert dengan wajahnya yang saat itu melemparkan kesalahan yang sangat besar kepada Samantha. "Ibu, apakah saya bisa bertanya kepada ibu dan orang ini?" tanya Samantha dengan sangat judes sekali. " Silahkan, Nak jangan sebut ayahmu dengan kata Anda apakah kamu bisa, Nak?" tanyanya dengan lembut dan kali itu dia lebih menganaskan kali. Sepanjang hari ini akan menjadi sebuah kenangan yang pahit bukan tentang apa yang terjadi saat ini tetapi apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Sudah sangat kesal dengan apa yang terjadi dengan apa yang dia pendam sehingga akhirnya dia mengatakan bahwa ini bukan takdir dia, dia benci dengan apa yang terjadi. "Kenapa?" "Ada apa, Nak?" "Kenapa saya dilahirkan di keluarga yag sangat rumit ini? saya bahkan tidak bisa mengatakan bahwa ini sebuah keluarga bayangkan saja," menahan tangisnya adalah salah satu bahan yang paling tidak enak sekali. "Tidak, kami tidak mengatakan bahwa kamu adalah," ucapnya terpotong karena saat itu dia baru sadar dengan apa yang terjadi seperti apa yang dia ucapkan saat itu. "Apa? jangan memotong ibu dan jangan bersaksi dusta saya bahkan tidak bisa mengatakan kalian adalah orang tua saya, apakah kalian sakit hati?" tanyanya dengan nada yang sangat di tekan kepada kata orang tua. "Tidak, saya tidak tahu apa yang terjadi," dia hanya berpura-pura menjadi diri sendiri di balik topeng yang saat ini sudah sangat tidak baik. "Baiklah anda sebagai pengangguran di rumah ini saya yang masih memberikan kepada kamu nasi dan juga mobil mewah dan segalanya," ucap Robert dia bahkan merobek hati dari anaknya yang tanpa dia sadari telah kesakitan mental. "Apakah ibu dan anda yakin dengan apa yang barusan kalian katakan?" Dan yah saat ini dia tidak akan bisa menahan air mata itu dia menaburkan semua air mata itu dengan nada suara yang sesegukan dia juga heran kenapa dirinya saat ini berada di alam yang lain. Karena saat itu mereka tahu apa yang akan terjadi hingga akhirnya Robert menyudahi apa yang akan terjadi dia kesal dengan apa yang tejadi satu hari ini, namun bukan Samantha namanya kalau dia berbuat hal yang baik. Dia segera melemparkan kunci mobil ke arah kaki Robert, kaki Robert segera berhenti dia tidak yakin dengan apa yang terjadi saat ini tetapi dia hanya ingin memastikan bahwa ini adalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh kedua wanita sialan itu. "Apakah kamu yakin dengan melemparkan ini kamu akan mendapatkan kata maaf dari saya?" tanyanya dengan suara yang keras sekali. "Yah, saya yakin bahwa ini bukan kesalahan apakah kamu paham? saya wanita mudah yang sudah membenci kehadiran ayah sejak beberapa tahun lalu, sejak saya tahu apa itu perasaan saya benci dengan ayah," tangisnya dia bahkan tidak dapat menarik air matanya karena rasanya ini sangat tidak adil. Betapa merinding bulu kuduknya dia sama sekali tidak dapat berkata apa-apa tetapi yang pasti sekarang dia hanya ingin mengatakan ini akan menjadi sebuah permasalahan yang akan panjang. "Apa yang menjadikan kami seperti ini? anak pembangkang?" tanyanya dengan tangan yang kali ini mau menampar wajah putrinya namun segera di tangkis oleh anaknya. "Saya Samantha anda tahu itu? saya adalah wanita yang anda buat mengenal kata dewasa?" "Apakah anda tahu betapa sakit hati saya ketika teman-teman saya iri kepada saya? dengan tangis apa daya saya." Dia benar-benar tidak tahu lagi harus mengatakan apapun itu dia hanya tahu bahwa sekarang ini hatinya tidak bisa lagi di ajak kompromi dia bersedih kepada teman-teman, begitu juga hati Robert dia terkejut kenapa anaknya bisa seperti ini tetapi dia hanya perlu pendiriannya dia hanya terlihat tidak peduli dengan putrinya ini. "Dan jangan berkata bahwa saya adalah putrimu kalau anda masih menginginkan segala harta itu?" "Apakah harta lebih penting dari saya ayah? air mata ini seharusnya tidak penting untuk kekayaan anda namun saya terlalu bodoh untuk semua ini," dia benar bersedih dengan semuanya akhirnya dia diam dan duduk dengan posisi kaki jongkok. Bella dan Robert menangis akhirnya ada air mata di keluarga itu setelah sekian lama tidak menemukan itu lagi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN