KENAPA BERSEDIH?

1027 Kata
Bukan tentang siapa dan mengapa mereka sekarang ini membuat masalah semakin padat dan runyam tetapi satu hal yang lebih padat berarti tidak ada rasa kesetiaan di dalam persahabatan. Wajah dari wanita itu benar-benar bersedih dia tidak dapat melakukan apapun itu kecuali untuk saat ini dia sedang menonton televisi rasanya sangat tidak enak sekali kalau seperti ini. "Kenapa kalian seperti ini bukankah sekarang ini lebih baik untuk berdiam di tempat?" tanya wanita itu saat ini dia hanya tahu apa yang dia dengarkan bukan yang dia lihat. Yah karena saat ini bukan tentang apa yang ada di dalam pikiran mereka melainkan sekarang ini hanya berpikir tentang apa yang ada di dalam hati mereka. Dia menatap televisi itu dengan tatapan tajam dia juga tahu bahwa apa yang dia rasakan saat itu benar-benar membuat hatinya terasa sakit dia bisa betah dengan semua ini hanya karena satu hal. Dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa sekarang ini lebih baik mengurung diri di dalam ruangan kecil itu dengan makanan yang sudah banyak tersedia dan juga dengan beberapa hal yang tampak lebih bersih serta nyaman saat ini. Dia menoleh ke samping dan tersenyum baik,"apa yag aku katakan saat ini bukan satu perkara yang besar melainkan satu alasan kenapa aku bisa berada di tempat ini," ucapnya dengan nada suara yang sedikit rendah. Beberapa saat berjalan dan sekarang ini dia telah nyenyak yah Samantha adalah orang itu dia adalah orang yang selama dua kali dua puluh empat jam selau saja merasakan kesepian dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Mengapa semuanya harus berjalan kepada dia padahal sekarang ini dia tengah tertidur dengan bola matanya yang tampak lebih sendu dan juga wajahnya yang tidak memikirkan perasaan. "Kenapa kamu begitu jahat?" Terdengar suara yang datang dari belakang pintu kamar itu, entahlah siapa yang datang itu namun yang pasti sekarang ini mereka harus mengetahui penyebab mereka harus menutup hati kepada putri mereka. Bukan tentang apa namun lihat saja sekarang ini bahwa mereka berdua hanya menoleh ke depan dengan tatapan tajam dan juga saling mengintrogasi satu sama lain, dan sekarang juga saat ini mereka tahu apa yang terjadi beberapa hari yang akan datang. "Aku datang ke tempat ini bukan untuk mencari gara-gara kepada kamu, tetapi sama halnya aku hanya ingin melihat keadaan dia hanya itu saja tidak lebih dan tidak kurang," ucapnya yang tidak lain adalah ayah dari Rachel. Ayahnya Rachel benar-benar kejam dia bahkan tidak menjawab apa yang menjadi panggilan hidupnya dan dia terlalu menyiksa wanita itu bahkan sekarang ini diam bukan pilihan mereka tetapi saling melawan dan mengatakan ini sebuah pepatah yang baik untuk mereka. "Bukan apa? tetapi setidaknya kamu bisa pergi dengan rasa itu Robert," ucapnya saat itu dan kembali menatap ke depan dengan tatapan tajam. Bukan tentang apa namun apa yang sekarang ini mereka lihat adalah sebagian besar hal yang tidak diinginkan hanya ada perdebatan dan perdebatan saja sehingga tidak ada rasanya itu menjadi sebuah keluarga yang utuh. "Kenapa kamu seperti itu?" tanyanya dan membulatkan matanya. "Yah, saya seperti ini karena rasanya saya tidak bisa berkata apa-apa lagi," Robert membentak wanita yang sekarang ini sudah berada di depan wajahnya hanya beda satu cm lagi. "Kenapa semuanya berubah setelah kamu datang?" dia memukul tembok yang berada di balik badan wanita itu dia merasa bahwa melampiaskannya ke tembok adalah pilihan yang sangat bagus. Wajah dari Bella tidak tahu lagi harus memberikan ekspresi seperti apa namun sepertinya ini akan menjadi sebuah konsekuensi yang sangat dasar bagi mereka, konsekuensi yang sangat mendasar kenapa ada pertanyaan yang seperti itu? kenapa harus ada kata anak di dalam hubungan mereka itu yang disesalkan oleh si lelaki itu. Beberapa menit kemudian berjalan dengan begitu cepat tidak ada kata menolak untuk semua ini dan tidak ada kata menolak untuk sebuah hubungan tanpa anak, saking marahnya sekarang ini wajah dari Bella tidak tahu lagi harus mengatakan apapun bahkan untuk bercakap-cakap saja dia tidak mampu dia mengatakan bahwa ini adalah suatu hal yang baik untuk mereka. "Aku tidak tahu apa maksud kamu tetapi apakah kamu boleh mengatakan bahwa anak itu tidak anak haram?" geram Bella dengan wajahnya yang saat itu sangatlah memerah tidak tahan lagi untuk menahan segala emosi yang sudah selama ini dia tahan. "Apakah yang kamu lakukan?" tanya wanita itu dia sekali lagi hanya tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh suaminya sendiri. Sekali lagi dia mengulang sudah sedari tadi melalui suara keras hingga putri mereka yang tidak lain adalah Samantha kali ini menoleh ke samping tepatnya ke depan pintu itu dia baru sadar bahwa saat ini tidak ada kata lain selain memilah suami yang baik. "Kenapa? bukankah kita menikah dengan tujuan untuk mendapatkan anak?" tampar Bella ke wajah dari Robert. Betapa sakit hati Robert dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apapun itu yang pasti dia hanya ingin semuanya beres dalam hitungan waktu saja, tidak mau rumit dan tidak mau masalah ini di perpanjang. Dia segera melakukan kekerasan fisik dan juga menjatuhkan mental dari si wanita itu dan di dengarkan oleh putrinya yang sudah menangis di dalam kamar sembari mengigit lengannya. "Apakah kamu tahu kenapa saya membenci anak itu?" "Saya hanya lebih peduli kepada uang bukan kepada dia, apakah kamu paham? uang lebih segalanya dari pada anak itu." Betapa hancur pertahanan dari kedua orang yang mendengarkan hal itu siapa lagi kalau bukan kedua wanita yang hatinya tidak kuasa lagi untuk mendengarkan apapun yang keluar dari mulutnya. "Apa! uang lebih penting dari putrimu?" hardik Bella dan sekarang ini suaranya sudah lebih besar dari apa yang dia pikirkan. "Yah, apakah kamu sakit hati dengan apa yang saya katakan? kalau kamu sakit hati rasakan saja,"ucapnya dengan smirk khas yang saat itu sepertinya terasa lebih tajam dari biasanya. Beberapa menit berlalu dan kali ini mereka tahu apa yang akan dilakukan terutama kepada wanita yang sedari tadi berada di dalam kamar dia yakin bahwa kedatangan dia nanti akan membawa perubahan yang besar terhadap situasi ini. Robert berada di dalam kamar mandi dia sudah tenang dengan apa yang ada di dalam pikirannya dia juga sudah mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya selama ini dan paling enaknya dia senang karena berada di balik senyum yang tidak biasa. Tetapi kenapa ini? ada suara gedoran dari belakang pintu apakah yang bisa dia lakukan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN