SAHUTAN SUARA

1014 Kata
Entahlah dia hanya bingung dalam mengatur semua ini, dia harus apa dan harus melakukan apa? dia bersandar pada pohon itu merasa ada sebuah kejutan di dalamnya dengan begitu dia bisa tenang bukan? Menari adalah pilihan tetapi kalau menari saat ini mungkin akan membawa suatu dampak yang tidak baik bagi dirinya, Rachel yang semakin takut untuk melakukan apapun itu dia hanya bisa menarik napas dan merasa ini akan menjadi sebuah kejadian di tengah keabadian, dia tenang dengan apa yang dia lakukan. "Kenapa sekarang ini aku merasa tenang?" tanyanya dengan sedikit polesan senyum yang melampaui tangisnya saat itu. "Yah lebih baik aku seperti ini saja bukan?" dia menoleh ke samping dan berkata bahwa dirinya akan lebih baik dari apa yang dia pikirkan saat itu. "Menari dan berteriak mencari pertolongan adalah salah satu hal yang sangat sia-sia menurutku, di sisi lain aku harus berteriak supaya ada orang yang menembus hutan yang lebat ini dan dapat menemukan aku," ucapnya saat itu dan dia baru sadar akan apa yang terjadi di dalam tempatnya. Ini sudah malam dan dia tahu jelas juga apa yang terjadi, ini tidak akan membawa siapapun ke tempatnya entah itu petugas malam atau entah itu adalah teman-temannya, dia tersenyum dengan baik dan berpasrah kepada keadaan sekarang. Sedangkan di sisi lain kali ini mereka semua mencoba untuk melakukan beberapa hal yang baik untuk kesempatan mereka agar bisa pulang namun ini sudah malam tetapi kenapa belum muncul dia, yah dia ya g di maksud adalah wanita yang tadi tidak balik-balik. Samantha merasa bahwa sekarang ini ada yang tidak benar, apakah ini sungguh tidak baik lagi? dia merasa bersalah kenapa sedari tadi dia tidak mencoba memberanikan diri untuk masuk ke dalam hutan, sekarang ini mau tidak mau dia harus segera memasuki tempat itu. "Ayo, kita adalah kita berempat yang masuk ke tempat ini maka dari itu kita harus kembali dari tempat ini berempat, bukan kah begitu bunyinya?" tanya wanita yang berada di barusan pemimpin. "Iya itu benar sekali Samantha," ucap wanita itu dengan wajah yang tampak lebih segar lagi dia melawan rasa kesepian di dalam hatinya. "Sebentar lagi Rachel kami akan datang menyelamatkan dirimu, semoga nanti bibirmu yang tidak pernah dapat kau kontrol itu kamu gunakan di tempat itu supaya kami dengan mudah menemukan dirimu," ucapnya dengan wajah yang serius tanpa memerhatikan beberapa orang yang berada di sampingnya itu. Mereka semua malah tertawa saat mendengarkan suara tadi apa yang terjadi? Benar situasi ini mereka telah ganti menjadi situasi yang sangat tidak mewakili hati bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu di tengah situasi yang tidak baik ini? dia tertawa dan tersenyum di balik tangan itu agar Elica tidak menyadari apa yang tengah terjadi. "Kenapa kalian malah tertawa seperti ini?" tanya wanita itu dengan ekspresi yang sangat brutal. Seketika wajah mereka kembali lagi merasa tegang dan tidak akan merasa ini kembali lagi, mereka berjalan di depan Elica yang sedari tadi hanya garuk-garuk kepala tidak jelas, bahkan dirinya dia rasa tidak melakukan kesalahan apapun itu entahlah dia hanya merasa ini tidak baik saja, dia merasakan bahwa ini adalah sebuah kesempatan dinamika yang tidak baik lagi. "Kenapa kamu berbuat seperti ini?" tanya Elica saat dia te gah menemukan tatap mata yang super tajam itu. "Siapa yang kau ajak berbicara?" dia menoleh dan bertanya kepada Elica, yah itu adalah Samantha. "Dia, apakah kamu Samantha tidak melihat lagi dirinya?" tanya Elica membuat merinding satu orang yang tidak lain adalah Casilda. "Kenapa lagi-lagi kalian membuat suatu perubahan yang tidak baik? kenapa harus di depan aku seperti itu?" tangis nya dia mulai merasa tidak enak lagi, dengan memeluk tubuhnya sendiri seakan terjadi balai suasana yang tidak baik dia kembali menelan rasa yang tidak baiknya. "Untuk apa kalian berbuat seperti ini?" tanya Casilda dia hanya mencoba mencairkan suasana tidak lebih dan tidak kurang. Beberapa menit telah berlalu dengan begitu cepat tidak ada pertanda bahwa teman mereka akan mereka temukan dan yang pasti kali ini satu hal yang perlu Casilda ketahui biasnya temannya seperti ini akan lebih baik di panggil bukan? "Ayo kita akan memangil namanya ini belum subuh bukan? jadi tidak ada salahnya kalau kita memanggilnya," ucap wanita itu dengan semangat yang kembali membara seperti api di dalam d**a. "Apakah yang kamu maksud?" tanya wanita itu tanpa tahu apa yang terjadi dan apa yang akan dia lakukan. "Rachel, di mana kamu?" tanya Casilda. "Ohw itu yang dia maksud, baiklah kalau begitu aku akan berteriak dan mencari dia," akhir nya Elica sadar sendiri akan dinamika kebodohan yang dia panut selama ini. "Rachel." "Di mana kamu Rachel." Di sisi lain dengan teriakan suara yang semakin dekat itu mereka semakin percaya bahwa ada seseorang yang menyahut itu, namun apa yang terjadi untuk mereka saat ini, mereka lebih mendambakan apa yang mereka lihat dari pada apa yang mereka dengarkan. "Aku di sini!" teriak Rachel saking senangnya dia melompat tanpa tiada henti dan juga dengan suara yang keras itu. "Astaga kenapa dengan mereka yang berhenti memangil namaku?" tanyanya saat dia merasa tidak ada lagi suara yang menyahuti dirinya. "Aku dini, Samantha, Casilda, Elica kalian di mana?" tanya wanita itu dia hampir putus asa lagi dengan apa yang terjadi ini. Nyali yang dia miliki benar-benar sangat memperumit suasananya dia yakin bahwa kali ini dia harus bergerak tiada henti dia rasa bahwa sekarang ini berteriak dan mencari mereka adalah pilihan yang baik. Di sisi lain mereka sudah sangatlah lama mencari teman nya itu tetapi tidak ada sahutan sama sekali, mengapa seperti ini? dia merasa bahwa sekarang ini bukan pilihan yang baik bagi mereka untuk berdiam mereka harus saling mencari teman mereka. "Ayo, kita harus pergi dan melepaskan semua beban ini," ucap Samantha dan akhirnya dia kembali berjalan di depan sebagai pemimpin yang baik. Sebenarnya kali ini apa yang terjadi? kalau bukan suara mereka yang tadi memangil nama Rachel lantas siapa orang yang memangil namanya? apakah ini adalah sebuah permainan di tengah permainan? dan apakah ini sebuah hasrat untuk ketidakadilan yang berkecepatan saja? "Apakah mereka masih berada di tempat itu?" tanya Rachel saat dia merasakan ada jejak kaki. "Apakah saat ini jejak kaki ini juga berada di dekat sini?" tanya Rachel dan dia kembali mengulang pertanyaan yang sama untuk ukuran bahasa yang sulit di pahami kembali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN