Kunjungan Pulang Kerja

1015 Kata

Bang Ardan tidak membawa mobilnya. Sebagai ganti, Ia datang menggunakan motor matic keluaran tahun lalu. Ia menjelaskan kalau dirinya selalu menggunakan motor jika pergi ke tempat praktek, karena lahan parkirnya yang tidak terlalu luas.   Ia betul-betul mampir ke rumahku setelah jam prakteknya selesai. Aku hampir jantungan saat dia bilang mau menanyakan sesuatu padaku. Namun ternyata, hal terburuk yang mungkin ia tanyakan tadi,  hanya ada di dalam Imajinasiku saja.   Ia meminta agar aku bisa ikut memasarkan praktek barunya kepada teman-teman kuliah dan juga teman-teman kerjaku. Oke, namun aku bekerja sendiri. Tapi aku memang tidak pernah bilang kepada siapapun. Bahkan tidak kepada Mama sekali pun.   "Kalau itu, Nak Ardan tidak perlu khawatir... Tante juga sudah bilang ke Tasya untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN