Pak William melajukan Speed Boat itu ke arah pantai. Aku hanya bisa berpegangan pada apapun yang ada di sana. Aku takut sekali. Namun, saat menutup mata, aku malah merasa mabuk laut. Tidak sampai setengah jam kemudian, aku sudah meringkuk di atas tempat tidur. Kujauhkan selimut yang menyentuh kakiku. Aku masih kepanasan. Aku ingin menangis rasanya. Seperti ada sesuatu yang ingin keluar. Namun, aku tidak paham. "Apa sudah lebih baik?" tanya Pak William yang dari tadi juga tidak bisa duduk dengan tenang. Aku menggeleng. Akhirnya aku menangis. Entahlah. Aku bukannya sedih atau bagaimana. Hanya ingin saja. Berharap perasaan yang sedang kurasakan segera hilang. "Huuuuuaaaaaa.... hikss.... hikss..." Aku berusaha mengeluarkan emosiku. Percuma. Pak William yang dari tadi gelisa

