Sebuah Perjodohan?

1214 Kata

Hari ini, beberapa hari semenjak kepulangan kami kembali ke Indonesia, aku sudah mempersiapkan keperluan Will di kamarnya seperti biasa. Ia masih mandi padahal saat ini sudah pukul setengah delapan pagi.   Aku mengetuk pintu kamar mandi. "Will, kau baik-baik saja?" tanyaku penasaran. See, bagaimana unformalnya caraku bicara padanya sekarang.   Seketika itu juga pintu kamar mandi terbuka. Aku mencium aroma kesegaran aftershape Will yang sangat dominan.   Entah mengapa jantungku jadi deg-degan. Padahal hanya mencium aromanya saja…   Will keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggang.   "Eh, di mana baju mandinya?" Aku agak kaget dengan pemandangan yang kulihat saat ini.   Aku memang pernah melihatnya saat ia mabuk dan membuka bajunya. Namun, saat ini aku baru menyad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN