BAB - 28

931 Kata

BAB - 28Akhirnya dia menemukannya dalam laci, rupanya wanita itu tidak terlalu pandai menyembunyikan barang bukti. Ziana segera memasukannya kedalam saku piyama. Dia berjalan keluar dari kamar mertuanya menuju kamarnya. Disimpannya rapi bukti tersebut dengan bukti sebelumnya dan dikuncinya dalam laci. Dia merogoh ponselnya dan mengirimkan sesuatu pada suaminya. Setelah selesai dia kembali ke kamar mertuanya dan benar-benar tidur. Keributan sore itu berakhir. Daffa benar-benar tidur di toko kue. Matanya berkaca-kaca ketika mendengarkan semua rekaman suara yang dikirimkan istrinya. Hatinya pedih dan teriris. Meskipun dia tahu, jika dia tak pernah disayangi namun dengan mendengarnya sendiri semua terasa begitu menusuk. “Aku terlalu ceroboh mengajak Ziana terlibat dalam semuanya, andai dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN