Kelompok Pemuja Setan

1092 Kata
"Apa.. app.. apa yang harus kita lakukan" kata santia "Kita biarkan saja mayat itu disini dan kita sembunyi sekarang , aku yakin seseorang akan mengambil mayat tersebut" jawab adit Mereka berlima sembunyi di sudut ruangan tak lama kemudian beberapa orang datang "Wah sepertinya kematian kali ini sungguh sangat indah" kata orang pertama "Kau benar , dibandingkan yang laiinnya kita tidak perlu susah payah untuk menyambung kembali tubuhnya" jawab orang kedua "Sebaiknya kita harus cepat , sepertinya ada tikus yang ingin menyelidiki kelompok kita" kata orang ketiga Tak lama kemudian datanglah seorang lagi , dia membawa pisau kecil ditangannya dan menuju ke dua mayat tersebut . Kemudian dia mengiris telapak tangan mereka dan membentuk sebuah pentagram , lalu dia memakai darah dari telapak tangan itu dan menulis dilantai tempat tergeletaknya mayat ke dua . Setelah itu mereka berlima mengelilingi pentagram dan membacakan mantra Tanah bergetar , angin berhembus kencang memenuhi seluruh ruangan . Cahaya merah menyala di bawah mayat tersebut , kemudian mayat itu terbang dan secara ajaib mayat itu kembali seperti semula dan kembali hidup "Deegghh..." "Ini sungguh gila" bisik santia "Sssttt..." kata adit Setelah mayat itu bangkit dari kematiannya , dia memiliki wajah yang sangat pucat . Tatapan matanya begitu kosong , sama seperti mari "Selamat datang kembali ke dunia calon pengikut Lucifer" kata orang ketiga Kedua laki laki itu hanya terdiam saja "Bawa dia , kita harus mencari ke seluruh ruangan ini . Mungkin saja tikus yang sedang bersembunyi ada di sekitar sini" kata orang ketiga Ketiga orang tersebut berpencar dan mencari diseluruh ruangan . Setelah beberapa saat mereka kembali "Tidak ada siapa siapa disini" kata orang kedua "Disini juga" sahut orang pertama "Humphh pintar sekali mereka bersembunyi , baiklah kita kembali dan laporkan hal ini pada tetua kita" kata orang ketiga "baiikk" jawab orang pertama dan orang kedua Mereka akhirnya meninggalkan ruangan tersebut , ruangan itu begitu sunyi dan senyap "Apakah mereka sudah pergi ?" kata lina "Kalian tunggu sini , aku akan mengeceknya" kata adit Adit dan bryan keluar dari persembunyian dan melihat kearah sekeliling , tidak ada tanda tanda dari orang orang itu . Mereka berkeliling seisi rumah untuk memastikan bahwa mereka benar benar pergi , setelah beberapa saat "Ayo keluar , mereka sudah pergi" kata adit Adit membantu lina dan juga santia untuk keluar dari persembunyian mereka , hari sudah berganti pagi "Uhhh untung kita tadi menemukan tempat persembuyian itu , kalau tidak... entah apa yg terjadi nanti" kata bryan "Tapi apa kalian tidak merasa aneh ?" sahut santia "Apa itu ?" kata lina "Tadi kita dikejar oleh dua orang laki laki itu bukan ? tapi kemarin saat kita melihat kejadian yang tak lazim itu kita tidak bisa bergerak" kata santia "Kau benar tia , sangat aneh bahkan kecepatan dan kekuatan mereka bukan seperti manusia biasa" jawab adit "Yang lebih aneh lagi kenapa mereka bisa mengejar kita ? dan pada saat aku dan santia memasuki sebuah ruangan mereka tiba tiba memutar kepala mereka" sahut lina "Iyah kau benar , saat itu kita masuk... emm.. ahh kita masuk di kamar mari" jawab santia "Apa itu benar ?" kata lina "Itu benar , sepertinya ada sesuatu disana" jawab santia "Kalau begitu kita cari tau" kata adit Mereka berlima menyelidiki kamar tersebut , tidak ada yang spesial dari kamar seorang perempuan . Hanya ada tempat tidur , lemari dan beberapa boneka . Mereka masih mencari dikamar itu , tak lama kemudian "Hei.. lihat ini.." kata bryan "Apa yang kau temukan ?" jawab adit "Ini seperti sebuah kotak kuno" kata bryan "Apa kau sudah melihat isi didalam kotaknya ?" jawab adit "Tidak , kotak ini dikunci aku tidak bisa membukanya" kata bryan "Sini biar aku saja" jawab adit sambil berusaha membuka kunci kotak itu Setelah satu jam berlalu akhirnya kotak itu terbuka , didalamnya terdapat secarik kain yang bertuliskan bahasa arab "Apa kau tau ini ?" kata adit "Tidak tau" jawab santia "Sepertinya kita bawa kain ini dan menerjemahkanya" kata lina Mereka berlima membawa masing masing satu buah secarik kain itu , dan pulang ke rumah masing masing , setibanya dirumah santia menaruh kain tersebut dan menjadikannya sebuah kalung "Huft hari ini capek banget" kata santia Tiba tiba ayah dan ibu santia kembali dari rumah neneknya "Tiaa.. ayah dan ibu pulang.." kata ayah santia "Tia sayang..." sahut ibunya Santia yang kelelahan tertidur pulas diranjangnya "Dasar anak gadis , bukannya bangun malah tidur" kata ibu santia "Sudah sudah biarkan saja toh dia sedang libur sekolah" jawab ayah santia "Kau selalu memanjakannya" kata ibu santia Waktu menunjukkan pukul 3 sore "Uuhhmmm.... jam berapa ini ?" kata santia sambil melihat jam "Tidaakkk..." ujarnya sambil terkejut Santia kemudian bangun dari tempat tidurnya dan buru buru bersiap diri "Mau kemana tia ?" kata ibu santia "Kyyaaaaa... i.. ibuuu.. ibu mengagetkanku , kapan ibu pulang ?" jawab santia sambil terkejut "Ibu dan ayah tadi pagi pulang , terus ibu lihat kamu tertidur pulas . Jadi ibu tidak membangunkanmu tia" kata ibu santia "Kalau begitu aku mau pergi dulu bu" jawab santia "Pergi kemana nak ?" kata ibu santia "Aku ada janji dengan seorang teman akan pergi ke perpustakaan sore ini" jawab santia "Apakah dengan anak laki laki itu ?" kata ibu santia "Iyah ibu" jawab santia "Apa kalian tengah berpacaran ?" kata ibu santia "Ti.. tidak ibu.. aku dan dia hanya berteman" jawab santia sambil grogi "Ya sudah , pulang jangan larut malam . Besok kau harus sekolah mengerti" kata ibu santia "Mengerti ibu . Aku berangkat dulu" jawab santia Santia kemudian berangkat menuju perpustakaan didekat rumahnya , sesampainya disana "Aditt... maaf kamu pasti menungguku sangat lama" kata santia "Biar ku tebak... kau tertidur dan kau juga baru bangun" jawab adit "Hehehe.. kau benar... tapi maaf.. aku benar benar ngantuk sekali" kata santia "Haaahh.. sudahlah ayo kita masuk" jawab adit Mereka berdua masuk kedalam perpustakaan , sesampainya disana mereka mencari buku yang berhubungan dengan kain yg mereka bawa satu persatu "Apa kau menemukan disana" kata adit "Tidak ada , bagaimana denganmu ?" jawab santia "Disini juga tidak" kata adit "Sepertinya disini tidak ada buku yang mencangkup hal seperti itu , kita harus pergi ke perpustakaan yang agak lebih besar" kata santia "Baiklah , ayo kita pergi ke perpustakaan yang berada di dekat kereta api" jawab adit Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke pepustakaan didekat kereta api , sesampainya disana mereka bertemu teman lama santia "Tiaa..." sapa gadis itu "Vani ? kau tinggal disini ?" kata santia "Iyah aku baru pindah tadi pagi , bagaimana kabarmu ?" tanya vani "Aku baik saja" kata santia Mereka berdua berbincang melepas rindu dan mengabaikan adit yang tengah memegang botol minuman
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN