Sebuah petunjuk

1131 Kata
"Uhhh apa yang terjadi..." kata santia "Ini terlalu sadis untuk seorang gadis" sahut lina "Sebaiknya kita kuburkan dulu mayatnya" kata adit sambil membungkus mayat adit mari Adit pun mengubur mayat adik mari dibelakang rumahnya , waktu menunjukkan pukul 3 pagi . Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah mereka "Hari ini benar benar melelahkan" kata adit "Kau benar . Aku tidak menyangka kita akan mengalami hal ini lagi" sahut santia "Tapi yang membuat aku curiga adalah kenapa mereka mati dengan cara yang berbeda beda" kata lina "Aku juga tidak tau , tapi ada satu yang menggangguku" kata adit "Apa itu ?" jawab santia dan lina secara bersamaan "Waktu aku mengubur mayat adik mari , di telapak tangan sebelah kiri terdapat simbol ini" kata adit sambil menunjukkan simbol itu pada mereka "I... i.. ini... bukankah ini simbol pemuja setan ?" jawab lina "Apa kau tau tentang hal ini lin ?" kata santia "Tentu saja , menurut sebuah buku kuno ada beberapa orang atau kelompok yang menjadi pemuja setan" jawab lina "Berarti aplikasi ini dibuat oleh sang pemuja setan itu ?" kata adit "Tapi.. di tubuh rachel dan mari tidak di temukan simbol itu" sela santia "Emm semakin banyak misteri yang terungkap , sepertinya pada saat sosok hitam itu aku merasakan sesuatu yang beda dari yang sebelumnya" kata lina "Apa itu ?" jawab adit "Sepertinya kita menghadapi musuh yang sangat kuat . Energi nya begitu besar dan lebih jahat dari sebelumnya" kata lina "Kau benar... perasaan itu juga aku rasakan . Aku juga merasa kita dalam bahaya jika kita menyelidiki ini lebih dalam" jawab santia "Tapi... jika bukan kita lantas siapa lagi ? hanya kita bertiga saja yang mengetahui ini semua" kata adit "Bukan hanya kita..." kata lina sambil menunjuk ke suatu tempat "Ehh..." jawab adit dan santia secara bersamaan Mereka berdua melihat ke arah yang ditunjuk oleh lina , disana terlihat seseorang tengah mengubur sebuah mayat di sebuah kuburan "Hai bungg.. butuh bantuan ?" kata adit sambil menepuk pundak orang itu "Aaaaaaahhhh... jangan tangkap aku.. aku tidak membunuhnya" jawab orang itu "Tenang bungg.. kami tidak akan menangkapmu... apakah dia temanmu ?" kata adit sambil menenangkan orang itu "Iyah benar dia sahabatku , aku tidak tau apa yang terjadi . Kami menggunakan aplikasi alone dan dia jadi seperti ini" jawab orang itu sambil gemetaran "Tenanglah dan ceritakan apa yang terjadi" kata santia sambil memberikan air minum "Namaku bryan , yang aku kubur barusan adalah sahabatku namanya cecep . Kami berencana untuk berkemah di hutan dekat rumahnya , pada saat tengah malam dia menunjukkan padaku sebuah aplikasi yang bernama alone . Dia bilang kalau aplikasi itu akan muncul dengan sendirinya pada tengah malam , aku tidak mempercayainya . Tapi setelah aku melihat ponselku sendiri , aplikasi itu benar benar muncul . Dan dia segera membuka aplikasi itu dan kami mendengar sebuah cerita pada aplikasi itu , setelah cerita selesai sahabatku ini tiba tiba tertawa dan mengambil pisau yang ada di dekatnya . Kemudian dia... diaa... dia memotong k*********a sendiri sambil tertawa , aa.. aku.. aku berusaha untuk menyelamatkannya tapi tubuhku tidak bisa digerakkan . Dan pada akhirnya sahabatku tewas dengan cara yang mengenaskan , mungkin kalian tidak akan percaya pada ceritaku.. tapi.. itu memang benar benar terjadi" jawab bryan sambil memegang minuman yang diberikan oleh santia "Jadi ini pertama kalinya kau mengalami ini ?" kata lina sambil mencatat "Iyah itu benar" jawab bryan "Apa ada sesuatu yg lain ?" kata santia "Ah ya ada.. pada saat sosok hitam muncul ada sebuah cahaya yang membentuk sebuah formasi... emm apa ya..." jawab bryan sambil mengingat "Apakah seperti ini ?" kata adit sambil menunjukkan foto pada ponselnya "Ahh ya seperti itu" jawab bryan "Tak salah lagi... selamat bergabung" kata lina "Ehh..." jawab bryan sambil kebingungan "Tenang bung.. kami sama denganmu.. kami juga mengalami hal yang sama denganmu" kata adit Mendengar hal itu bryan tampak lebih ceria , sepertinya bukan hanya dia saja yang mengalami hal yang sama "Kau tinggal dimana ?" kata santia "Aku tidak tau mau tinggal dimana , sebenarnya rencanaku adalah menginap di rumah cecep . Tapi sepertinya sekarang tidak bisa" jawab bryan "Kebetulan orang tuaku tidak ada . Kau bisa menginap dirumahku sampai kau menemukan tempat tinggal" kata adit "Terimakasih bung.. aku tidak akan merepotkanmu" jawab bryan "Kemana orang tuamu pergi ?" kata santia "Entahlah.. mereka membawa banyak sekali barang , begitu kutanya mereka mengatakan bahwa ayahku mendapat promosi dikantornya dan mengirim ayah ke kantor pusat yang ada dijakarta" kata adit "Itu sangat bagus.. selamat untuk ayahmu" kata santia Tidak terasa mereka telah sampai ke rumah masing masing , adit bersama bryan tinggal bersama dan mereka kembali menjalani hari hari seperti biasa "Aku akan pergi ke sekolah , jika kau lapar kau bisa memasak makananmu sendiri . Semua bahan ada di kulkas" kata adit "Baiklah terimakasih karna telah mengijinkanku tinggal disini" jawab bryan Adit hanya melambaikan tangan dan pergi ke sekolah , sesampainya disekolah "Ehh ku dengar akan ada siswa baru" kata seoramg murid "Benarkah ? cewe atau cowok ?" jawab murid yang lain "Kudengar cewe.. tapi dia terlihat aneh" kata seorang murid "Ada gosip apa ini ?" kata santia "Eh tia.. ini ada seorang murid baru yg akan sekolah disini" jawab seorang murid "Oh ya siapa ?" kata santia "Itu dia kami tidak tau namanya , yg kami ketahui adalah dia seorang cewe . Tapi penampilannya aneh sekali" jawab seorang murid "Apa maksudmu ?" kata santia "Dia terlalu putih untuk orang asia , mungkin dia berasal dari luar kota . Tapi kulitnya putih pucat seperti orang sakit" jawab seorang murid Tiba tiba seorang guru datang sambil membawa murid baru tersebut , para murid langsung menempayi tempat duduknya masing masing "Murid murid perhatikan , kalian akan mendapat teman baru . Dia baru pindah hari ini , silahkan perkenalkan namamu" kata seorang guru "Halo , namaku mari . Salam kenal" kata murid baru itu Santia melihat murid baru itu dan terkejut , murid baru itu mirip dengan sahabat kecilnya mari yang sudah meninggal "I... i... i..ini.. ini tidak benar , bagaimana bisa orang yang telah meninggal hidup kembali" kata santia dalam hati Lalu seorang murid mengangkat tangannya dan berkata "Mengapa kau terlihat berbeda dengan kami ? kulitu begitu putih dan matamu sangat merah" "Aku lahir dari kota yang sangat jauh dari sini , aku sudah terlahir dengan mata merah dan kulit yang putih" kata mari dengan tatapan dingin "Sudah sudah nanti saja kalian bertanya , nah mari silahkan duduk di sebelah david" kata seorang guru Mari hanya mengangguk dan kemudian berjalan menuju tempat duduknya , kebetulan tempat duduk mari berada di depan santia . Santia kemudian mengirim beberapa foto pada adit melalui ponselnya "Tring" suara ponsel berbunyi Adit membuka pesan itu kemudian dia mengatakan "Bodoh mana ada hal semacam itu" "Ini benar , kalau tidak percaya datanglah ke ruang kelasku" kata santia "Ok" adit membalas singkat
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN