Maharani kembali membuat Ahmar tidak bisa menahan dri untuk mengulum senyum. “Jujur saja, aku sama sekali tidak yakin jika aku siap dengan semua kemungkinan terburuk yang akan aku hadapi nanti. Tapi apa kau tau apa satu-satunya hal yang aku yakini hingga saat ini dengan begitu kuatnya?” tanya Ahmar sembari mengelus pipi Maharani menghilangkan jejak-jejak air mata yang membasahinya. Maharani menggelengkan kepalanya saat tidak mengetahui jawaban ata pertanyaan yang diajukan oleh Ahmar tersebut. Ahmar kembali tersenyum dan melarikan tangannya untuk mengusap bibir Maharani yang mengering tanda jika istrinya itu kekurangan minum. Ahmar berkata, “Satu-satunya hal yang aku yakini adalah, jika aku memilikimu. Aku memilikimu yang menjadi kekuatanku. Kau akan memberikan kekuatan saat aku

