Prayoga sendiri tidak berusaha untuk ikut dalam pembicaraan tersebut dan memilih untuk memastikan jika Zee tidak terluka akibat pecahan meja kaca yang sudah dihancurkan oleh Ahmar. Prayoga bisa merasakan jika Ahmar memang benar-benar tengah emosi. Bahkan meja kaca setebal itu dengan mudah ia pecahkan dengan sekali tendangan. Tentu saja emosi memang bisa mempengaruhi kekuatan seseorang, Prayoga yakin hal itu. Prayoga melirik Zee yang kini larut dalam pikirannya sendiri. Tanpa pikir panjang, Prayoga mengulurkan tangannya dan menarik Zee ke dalam pelukannya. Zee pun sama sekali tidak menolak dan malah menggelamkan dirinya dalam pelukan pria yang berstatus sebagai suaminya itu. Kembali pada ketegangan Ahmar dan Amir, kini Amir menatap putranya yang tengah berdiri berdampingan dengan M

