“Ya, Halwa yang berkhianat. Ia pengkhianat! Dan pengkhianatannya itulah yang membuat dirinya sendiri hancur hingga dirinya mati ditelan penyesalan!” Syani pun tertawa saat melihat ekspresi-ekspresi yang ditunjukkan oleh semua orang yang sudah mendengar rahasia yang ia ungkap. Kini Syani benar-benar merasa puas, akhirnya ia berhasil mengungkap semua rahasia yang selama ini sudah ia simpan rapat-rapat. Ya, Syani bahagia. Akhirnya, ia bisa membuat anak dari sahabarnya itu bungkam karena keterkejutan. Semua orang masih membeku karena keterkejutan mereka. Saat itulah, Amir mengambil langkah dengan memanggil staf keamanan. Amir bangkit dari duduknya dan memerintahkan staf keamanan untuk menarik pergi Syani yang kini menatapnya dengan penuh kebencian. “Tidak, kamu tidak bisa melakukan ha

