Maharani menguap dan mengubah posisi berbaringnya agar lebih nyaman. Namun, dirinya kembali membuka matanya lebar-lebar saat menyadari jika Ahmar sudah tidak lagi berbaring di sampingnya. Maharani duduk di tengah ranjang, dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Sayangnya, Maharani masih saja belum melihat keberadaan suaminya. Maharani mengernyitkan keningnya, dan memilih untuk turun dari ranjang. Hatinya terasa tidak nyaman, dan ingin menemukan suaminya itu. Entah kenapa, akhir-akhir ini, Maharani memang tidak bisa tidur tampa ditemani. Mungkin, ini karena Maharani sudah terlalu terbiasa tidur bersama Ahmar. Saat ke luar dari kamar, Maharani belum juga melihat suaminya. Maharani terpikir, jika kemungkinan Ahmar tengah berada di ruang kerjanya. Namun, belum juga Maharani

