“Kamu yakin?” tanya Prayoga memastikan apa yang barusan ia dengar dari Zee. Prayoga menatap istrinya yang kini tampak menampilkan ekspresi sendu yang rasa-rasanya sangat sulit dilihat saat di masa lalu. Zee yang duduk di tepi ranjang mengangguk dan menatap Prayoga dengan netra cokelat keemasannya yang menawan. “Aku yakin. Tolong bawa aku pergi. Bawa aku pergi sejauh mungkin. Di sini terlalu sesak. Aku tidak yakin, apa diriku bisa tahan jika tetap berusaha bertahan di sini,” jawab Zee sembari memilin ujung gaun sederhana yang ia kenakan. Semenjak mengetahui fakta atas kelahirannya, Zee sudah tidak lagi mengenakan barang-barang mewah atau semua atribut yang ia beli dari uang pemberian Amir. Zee menggunakan pakaian yang memang ia beli dari hasil usahanya sendiri. Prayoga tidak m

