Suka Maupun Duka 1

691 Kata

    “Maaf,” ucap Maharani saat tangisannya masih belum saja berhenti. Kini, Maharani sudah tidak lagi berada di kediaman Al Kharafi. Setelah mendengar jawaban dari semua pertanyaan yang bercokol dalam benaknya, Ahmar segera memboyong Maharani ke rumah pribadi yang memang sudah ia siapkan untuk ia tempati bersama Maharani nantinya. Ya, Ahmar sudah tidak lagi tinggal di tempat yang menyesakkan itu, dan memilih membawa Maharani ke tempat yang tentu saja lebih nyaman dan aman bagi mereka berdua.     Ahmar menatap wajah Maharani yang pucat dengan hidung yang memerah. Sejak mendengar apa yang dikatakan oleh Amir, Maharani memang tidak berhenti menangis. Ahmar sendiri sama sekali tidak menunjukkan riak emosi yang membuatnya menangis, ia terlihat begitu tenang dan mengamati Maharani yang masih be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN