Miliki Dirimu 2

882 Kata

    Ahmar dengan mudah berdiri di belakang Maharani dan melingkarkan kedua tangannya pada bahu Maharani, mencegah gadisnya itu untuk terus melangkah kembali. Maharani tidak melawan dan berdiam diri dalam pelukan Ahmar. Pria itu kini menenggerkan dagunya di bahu Maharani dan menghirup aroma lembut khas yang hanya dimiliki oleh Maharani. Butuh beberapa waktu sebelum Ahmar berkata, “Maafkan aku.”       Kening Maharani mengernyit dalam. “Untuk apa?” tanya Maharani dengan nada pelan.     Ahmar mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya pada bahu Maharani. Ya, Ahmar sendiri tidak mengerti. Padahal dirinya sudah bersikeras jika dirinya tidak akan mengalah dan meminta maaf pada Maharani atas sikap kasarnya. Namun, ketika sudah melihat Maharani, Ahmar sama sekali tidak bisa melakukan apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN