Ahmar berlari dengan pontang panting. Ahmar mengabaikan orang-orang yang memberikan hormat padanya. Ahmar hanya fokus untuk segera tiba di tempat yang ia tuju. Ahmar tiba di depan pintu bercat putih. Ia mengetuk pintu tersebut dan masuk ke dalam saat sudah mendengar suara pelan dalam sana. Begitu memasuki ruangan yang dipenuhi aroma khas rumah sakit, Ahmar memaksakan senyum pada sosok yang terbaring di atas ranjang rawat. “Ibu,” panggil Ahmar pada sosok wanita yang terbaring di atas ranjang. Wanita tersebut bernama Halwa, ibu kandung dari Ahmar. Halwa mengulurkan tangannya meminta putranya yang masih berusia dua puluh satu tahun untuk mendekat padanya. Ahmar menurut dan menggenggam tangan Halwa dengan penuh kasih. Terlihat dengan sangat jika Ahmar memang sangat menyayangi

