Maharani menghentakkan kakinya kesal dengan tingkah Ahmar. Sungguh, dirinya menyesal sudah simpati dengan kisah menyedihkan yang Ahmar ceritakan padanya. Semua rasa simpati yang Maharani rasakan ternyata hanya menjadi barang percuma. Tadi malam, Maharani menangis karena rasa sedih yang memenuhi dadanya. Karena itu, Maharani tertidur dalam pelukan Ahmar. Namun, keesokan harinya, Ahmar kembali membuat Maharani kesal dengan cara mengunci gadis satu itu di dalam kamarnya. Ya, Ahmar kembali mengunci dirinya di sana. Untuk kali ini, Maharani sama sekali tidak mengerti mengapa Ahmar melakukan tindakan seperti ini. Maharani menghela napas dan duduk di sofa. Ia tahu, percuma saja mencoba untuk melarikan diri atau ke luar dari kamar ini, jika Ahmar memang tidak mengizinkannya. Maharani meli

