“Jangan pernah berpikir untuk bangkit berdiri tegap! Kami sama sekali belum menerima permintaan maafmu,” ucap Syani sembari meletakkan cangkir teh di atas meja. Syani tentu saja bisa melihat jika kini kedua kaki Maharani sudah bergetar. Namun Syani sama sekali tidak simpati, ia malah merasa senang karena Maharani sudah mulai menderita dengan hal ini. Sayangnya, Maharani harus bersiap karena ini semua belum berakhir. Melainkan baru saja dimulai. Syani dan Zee sama-sama memiliki sifat pedendam yang akan membuat mereka membalaskan dendam yang menguasai hati mereka hingga puas. Itu artinya, Maharani akan menderita hingga Syani dan Zee melepaskan dirinya. Tapi tiba-tiba pintu ruang keluarga terbuka dengan kerasnya membuat semua orang yang berada di dalam sana terkejut. Jika Syani dan Z

