Maharani mengerucutkan bibirnya dan melangkah dengan jas dan dasi yang berada di kedua tangannya. Ia muncul dari balik pintu yang memang menjadi sebuah ruangan yang tak lain adalah tempat penyimpanan semua pakaian serta aksesoris milih Ahmar. Begitu ke luar dari ruangan itu, Maharani sebisa mungkin mengubah ekspresinya agar menampilkan ekspresi yang profesional sebagai seorang pelayan. Tentunya karena saat ini Maharani memang tengah menjalankan tugasnya sebagai seorang pelayan. Maharani melangkah menuju Ahmar yang kini tengah berdiri di hadapan cermin. Ahmar tengah merapikan kemeja berwarna biru muda yang ia kenakan. Maharani yang tiba di samping Ahmar, segera menyodorkan dasi biru tua dengan pola abstrak tipis di salah satu tangannya pada Ahmar. Namun Ahmar tidak menerima dasi it

