Maharani meletakkan kedua tangannya di atas d**a Ahmar, bukan untuk menggodanya tetapi untuk menjaga agar tubuhnya tidak terlalu menempel dengan tubuh Ahmar. Karena itulah Maharani bisa menjaga tubuhnya tidak menempel dengan Ahmar. Maharani mendongak dan bertepatan dengan Ahmar yang menanamkan sebuah kecupan pada kening Maharani. “Aku harus pergi untuk mengurus pekerjaanku,” ucap Ahmar pada Maharani. Maharani mengernyitkan keningnya pada Ahmar. Untuk beberapa saat Maharani tercenung, sebelum dirinya mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ahmar. “Pekerjaan yang kamu maksud itu, pekerjaan pembunuh bayaran itu?” tanya Maharani yang sebenarnya sama sekali tidak memerlukan jawaban apa pun karena Maharani memang sudah mengetahui jawabannya. Ahmar mengangguk lalu menurunkan Mahar

