Sebuah pintu balkon tiba-tiba terbuka dan membuat udara malam menampar lembut wajah Ahmar. Ya, yang membuka pintu balkon adalah Ahmar. Dengan santai, Ahmar bersandar pada pembatas balkon dan menatap langit malam yang tampak kesepian tanpa ditemani oleh bulan dan bintang yang biasanya bersinar dengan indahnya. Ahmar membuang napas panjang dan terlihat uap yang menghiasi udara. Ya, kini Ahmar berada di sebuah negara yang suhu malamnya turun drastis hingga terasa menggigit hingga tulang belulang. Meskipun begitu, Ahmar tampak tidak terganggu dengan udara dingin yang menggigitnya. Ahmar juga tidak terganggu dengan langit malam yang terlihat gelap tak berbintang, yang ada Ahmar terlihat nyaman dengan semua itu. Ahmar menikmati kesendiriannya di tempat asing yang sepertinya hanya akan i

