Seperti yang sudah dikatakan oleh Ahmar, kini Maharani yang semula sudah tidak lagi melaksanakan tugas sebagai seorang pelayan, memiliki tugas baru untuk membuatkan sarapan, makan siang, dan makan malam yang khusus hanya boleh dimakan oleh Ahmar. Karena dulu sudah terbiasa memasak untuk tiga waktu makan itu, Maharani tentu saja sama sekali tidak keberatan atau kesulitan untuk menjalankan tugasnya itu. Namun, Maharani mengalami kesulitan dalam memilih menu masakan yang akan dibuat. Untungnya, Ahmar yang mengerti pun meminta staf dapur menyiapkan bahan makanan dan bumbu yang familier untuk Maharani. Ahmar juga meminta beberapa masakan untuk menu makan siang yang tentu saja ingin Maharani sendiri yang memasakannya. Maharani sama sekali tidak menolak dan melakukan apa yang diminta ole

