“Kamu tadi nangis?” tanya Devon. “Kenapa?” Saat ini mereka sudah berada dalam perjalanan pulang dari kediaman orangtua Devon. Sejak tadi Devon sengaja menahan diri untuk tidak bertanya di depan orangtuanya karena tidak ingin menambah amarah ibunya. Sejak Devon keluar dari ruang kerja ayahnya, Lita menolak menatap Devon. Sementara itu mata Davina malah tampak sembab karena habis menangis. “Kamu nggak sedang akting menjadi istri yang tersakiti oleh suaminya supaya Mama semakin marah ke aku kan?” tanyanya lagi. Davina yang sejak tadi menatap ke luar jendela mobil di samping kirinya seketika menoleh. “Apa kamu bilang?” tanyanya geram. Seenaknya saja Devon menuduhnya berbuat demikian. “Kamu nggak sedang berpura-pura jadi istri yang tersakiti oleh suaminya kan?” ulang Devon dengan nada suara

