Lita menarik napas dalam-dalam, kemudian mulai bercerita. “Dulu Mama pernah kehilangan calon adik perempuan Devon.” Davina terkesiap. Mata ibu mertuanya itu memancarkan kepedihan saat mengatakan hal tersebut. Davina langsung mendekat ke arah Lita dan mendadak ia dihinggapi keinginan untuk memeluk wanita itu. “Anak itu meninggal di dalam kandungan. Usianya sudah sembilan bulan. Mama nggak tahu kalau dia sudah nggak ada saat itu. Jadi Mama...” “Ma, kalau ini akan nyakitin Mama, nggak usah dilanjut aja,” ujar Davina yang langsung memeluk Lita dari samping. Mendadak Davina merasa ingin menangis karenanya. “Nggak apa-apa, Mama masih kuat kok,” ujar Lita sambil menepuk pundak Davina. “Mama terlambat menyadari kalau dia sudah nggak ada. Karena itu, dia sudah menempel erat di rahim Mama hingg

