Erick terkejut karena tubuhnya tiba-tiba didorong ke dinding. Namun ketika menyadari siapa yang mendorongnya, pria itu seketika tersenyum miring. “Kenapa?” tanyanya santai. “Aku menjenguk istri kamu karena dia sedang sakit dan telah mengalami hal-hal sulit.” “Jangan coba-coba mendekati Davina,” kata Devon dengan tangan masih mencengkeram kerah kemeja Erick. Akan tetapi, Erick malah memasang ekspresi santai seolah tidak merasakan bertapa marah Devon padanya. “Kenapa kamu marah? Jadi sekarang kamu sudah bisa peduli ke istri kamu?” tanya Erick sambil terkekeh. “Jangan asal bicara kamu!” Devon semakin erat mencengkeram baju Erick. “Aku nggak asal bicara,” jawab Erick tenang. “Aku punya alasan untuk bicara begitu.” Devon menatapnya dengan tatapan mengancam. “Kamu tahu, tiap kali aku be

