Bab 83 - Pembalasan Untuk Erisa

1782 Kata

“Hai, Anthony.” Erisa melangkah dengan percaya diri ke dalam private room restoran. Di meja ruangan tersebut Anthony sudah duduk menunggunya. “Jadi sekarang kamu mutusin untuk mendekatiku juga?” tanya Erisa seraya duduk di hadapan Anthony. Anthony tersenyum miring sambil menatap Erisa yang kini tengah memandangnya dengan gaya arogan. Perempuan ini memang sakit jiwa, pikirnya. Terlalu percaya diri dengan menganggap dirinya adalah pusat semesta. “Kali ini kamu beruntung karena aku kasihan sama kamu,” ujar Erisa lagi. “Bertahun-tahun kamu selalu aku abaikan. Jadi kali ini aku akan ngasih kesempatan untuk kamu.” Anthony menegakkan punggungnya, lalu memajukan tubuh agar bisa lebih dekat ke arah Erisa. “Dengar, Erisa. Aku nggak suka basa-basi,” ujar Anthony. “Oke, jadi kamu mau apa?” kata Er

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN