Sepanjang perjalanan pulang, Davina sama sekali tidak berminat untuk mengobrol bersama Devon. Ia bahkan tidak berminat untuk menanyakan apa rencana Devon sebenarnya. Hanya suara musik yang diputar Devon yang memecah keheningan di antara mereka. Hingga akhirnya, ketika mereka sudah melewati lebih dari separuh perjalanan, Devon pun akhirnya memulai obrolan. “Sebenarnya...” kata Devon. Ia sengaja memberi jeda, menunggu reaksi Davina lebih dulu. Davina menoleh sekilas, namun ketika melihat Devon belum melanjutkan kalimatnya, ia kembali menatap ke luar jendela. “Oleh-oleh yang kamu siapin untuk orangtua kamu itu ada di belakang,” sambung Devon. Davina seketika menoleh. Ia lalu mengalihkan tatapannya ke kursi belakang. Ketika melihat tas kertas yang dikenalnya ada di sana, ia kembali menatap

