“Kamu!” kata Davina terkejut sekaligus jengkel. “Ngapain kamu—“ “Ssst...” Devon memajukan tubuh dan mendekatkan bibirnya ke telinga Davina. “Jangan marah-marah di sini, kamu mau bikin kita jadi pusat perhatian? Ingat, bisa aja ada yang ngambil foto kita dan tahu-tahu besok muncul headline kalau kita sedang bertengkar.” “Tapi kamu ngapain ke sini?” tanya Davina dengan suara pelan. “Sayang, aku kan cuma markir mobil sebentar. Masa begitu aja kamu langsung ngambek?” kata Devon. Davina menatap ke sekitar. Ada beberapa orang yang melirik mereka. “Norak banget, tahu nggak!” desis Davina. “Yang penting orang-orang lihat kalau kita baik-baik aja,” bisik Devon, lalu langsung merangkul Davina. “Kamu ngapain sih ngikutin aku?” kata Davina. Karena tidak ingin menarik perhatian orang-orang, ia a

