“Ayo, satu suapan terakhir,” kata Devon. Davina cemberut, namun akhirnya tetap membuka mulut dan membiarkan Devon menyuapinya suapan terakhir sarapannya. Pagi ini pria itu memaksa untuk menyuapinya sarapan. Sambil menyuapi Davina sarapan, Devon juga menikmati sarapannya sendiri. Persis seperti yang Davina lakukan saat ia sakit dulu. Dengan begitu mereka tetap bisa sarapan bersama-sama. Devon tersenyum puas melihat Davina menghabiskan sarapannya. Sejak ciuman tadi malam Davina jadi lebih penurut. Devon jadi ingin menciumnya sekali lagi untuk melihat reaksinya, namun Devon yakin Davina akan marah jika ia nekat mencium bibirnya lagi pagi ini. Devon meletakkan nampan sarapan Davina di meja yang ada di sisi kanan ruangan. Di dekat kabinet dan lemari pendingin berada. Setelah meletakkan semu

