“Hah?” Davina menatap Devon yang duduk santai di kepala meja dengan tatapan tak percaya. Barusan Devon bilang apa? Davina tidak salah dengar kan? Devon menunggunya? “Kenapa kamu nungguin aku?” tanya Davina. “Kita pergi ke kantor sama-sama,” jawab Devon masih dalam mode santai. “Dev, kamu nggak habis kebentur kan? Kenapa tiba-tiba kita jadi harus pergi ke kantor sama-sama begini?” Davina benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Devon. Devon menarik napas dalam-dalam, namun tidak mengatakan sepatah kata pun. “Selama ini kita kan biasa pergi sendiri-sendiri. Jadi kenapa hari ini tiba-tiba saja harus bareng?” tanya Davina lagi karena Devon belum menjawabnya. “Sudah, cepat habiskan sarapan kamu,” kata Devon. “Dev, aku nggak ngasih jampi-jampi apa pun lho ke makanan kamu semalam.

